ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Gelombang sampah dalam keindahan pantai pangandaran (contoh blog)

Selasa, 03 Juli 2018


Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Dari rempah yang berserakan didaratan hingga ikan yang menari di lautan, semuanya menjadi paket komplit dalam menu bernama nusantara. Pun, demikian dengan Keindahan alam serta keragaman budaya yang masih kental di berbagai belahan Negara ini menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan global.
Sebut saja Bali hingga Papua, sepanjang pantai itulah nama Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia. Dengan potensi ini pula, devisa Negara tentu bertambah dengan datangnya wisatawan luar. Sayang, sumber daya alam yang melimpah tidak dibarengi dengan perilaku sumber daya manusianya. Hal ini dibuktikan dengan maraknya sampah di setiap sudut kota nusantara. Bahkan, pada tahun 2016 indonesia menyabet gelar sebagai Negara penyumbang sampah terbesar ke-dua di dunia dilansir melalui laman National geographic (Natgeo) Indonesia. Memalukan memang, namun itulah faktanya.
Jika dilihat dari akar permasalahannya, ini bukan siapa yang salah dan tanggung jawab siapa. Ini murni dari kita dan perilaku orang Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap sampah masih sangatlah minim. Hal ini kembali di buktikan dengan adanya banjir di kota besar yang tokoh antagonisnya tetaplah sampah. Jauh dari itu, kekhawatiran akan menumpuknya sampah di laut masih menghantui pikiran kita. bagaimana tidak, Masalah sampah dalam perairan Indonesia sangatlah genting. Parahnya, ini terjadi juga di tempat tinggal saya.
Sebagai manusia yang lahir di pangandaran, jawa barat, tentu menjumpai laut merupakan hal yang mudah disini. Di sisi lain, menemukan sampah juga bukan perkara yang sulit di sepanjang bibir pantai pangandaran. Walaupun susah membebaskan polutan di pantai, namun itu bukan perkara yang mustahil jua jika kita sadar betapa buruknya dampak sampah bagi kelangsungan hidup ekosistem  di laut dan keindahan pantai pada umumnya.
Ironisnya, pada saat memandangi betapa indahnya karunia tuhan dan melihat betapa cantiknya ikan meliuk-liuk di lautan, ada saja plastik yang terombang-ambing di dalamnya. Sekilas saya berpikir, bagaimana cara membersihkan ini semua jika tidak didasari dengan kecintaan kita terhadap laut.
Tidak adanya peraturan hukum yang ketat dan hanya sekedar himbauan tanpa proses lebih lanjut, masalah krisis sampah di laut Pangandaran bahkan Indonesia umumnya akan semakin memburuk sejalan dengan maraknya penggunaan limbah di pantai. Untuk itu, harus ada terobosan baru dari pemerintah maupun kelompok masyarakat tertentu guna menekan polutan limbah yang semakin memburuk di sepanjang garis pantai pangandaran.
Salah satunya adalah dengan menyediakan puluhan bahkan ratusan tempat sampah yang bersiaga di sekitar bibir pantai. Dengan cara ini, peluang untuk membuang sampah sembarangan yang dilakukan wisatawan akan berkurang bahkan dapat ditekan. Dengan program yang berkelanjutan dan terus ditingkatkan serta memiliki petugas khusus penjaga kebersihan pantai, bukan tidak mungkin lambat laun masyarakat pangandaran maupun wisatawan akan terbiasa dengan perilaku membuang sampah pada tempatnya.
Namun kendala masyarakat Indonesia adalah ngeyel. Untuk meminimalisir sifat ngeyel wisatawan yang tetap membuat polutan di laut harus dilawan dengan papan himbauan yang bersifat sindiran. Kenapa menyindir? Karena papan peringatan yang bersifat ‘perintah’ tidak akan sanggup melemahkan sifat ngeyel manusia Indonesia. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan kata sindiran yang tentunya bisa mempengaruhi psikologis para wisatawan. Sebagai contoh kalimat ‘Buanglah sampah pada tempatnya’ akan terasa biasa dan masyarakat menganggapnya sepele, namun jika dibandingkan dengan kalimat ‘Nyampah di laut? Ndeso banget sih kamu’ maka respon yang mereka ciptakan akan berbeda.
Dari segi pemerintah, mereka bisa melakukan kegiatan lomba pantai terbersih tingkat nasional maupun provinsi, agar masyarakat ataupun pemerintah setempat semakin bersemangat dalam mengelola kebersihan pantai mereka. kemudian, penyuluhan dan aksi nyata yang dilakukan oleh kementerian lingkungan hidup Indonesia merupakan salah satu aspek penting guna membebaskan perairan Indonesia dari polutan yang semakin mengkhawatirkan. Walaupun limbah industri dan pencemaran air sungai masih menjadi tokoh antagonis yang berakibat semakin buruknya polutan di laut, diharapkan peraturan ketat dari pemerintah dan bertambahnya jumlah personel kebersihan di setiap kota atau daerah dapat menekan pembuangan sampah sembarangan.
Terlepas dari itu semua, jika program ini berhasil dan berjalan sesuai harapan, pembebasan polutan yang berada di lautan lepas dirasa akan lebih mudah.  Yang selanjutnya, sampah yang masih mengambang di perairan dapat diproses secara efektif.


                                                                                   


Share This :